MUSIK KLASIK BAGI ANAK
A. SEJARAH MUSIK KLASIK
1. Musik Abad Pertengahan
Yaitu dimulai sejak jatuhnya kerajaan Romawi dan berakhir sekitar tahun 1400M. Sejumlah instrumen musik khas abad ini yang masih ada hingga saat ini, antara lain seruling. Dan, manuskrip musik yang berhasil diciptakan, antara lain Codex Montpellier, Codex Bamberg, dan Gl Codex Musical de Las Huelgas. Musisi dan composer yang sangat terkenal, antara lain Leonin, Perotin, Adam de St. Victor, W. de Wycombe, dan Petrus de Cruce.
2. Musik Era Renaissance (1400 - 1600 M)
Alat musik atau instrumen yang digunakan adalah alat musik tiup, alat musik petik dan alat musik pukul. Sejumlah komposer terkenal pada era ini, antara lain Leonel Power, John Durstable, Giles Binchois dan Guillaume Dufay yang mewarnai awal era Renaissance. Pierre de :a Rue, Antonie de Fevin, Antonius Divitis, dan Cipriano de Rore muncul di masa pertengahan. Johannes de Fossa, William Byrd, Tomas Luis de Victoria, Phillipe Rogier dan Carlo Gesualdo di akhir era tersebut.
3. Musik Era Baraque (1600 - 1750 M)
Dapat dikatakan inilah puncak kejayaan musik klasik di Eropa. Sejumlah komposer yang menguatkan masa ini adalah Claudio Monteverdi, Antonio Vivaldi, George Frideric Handel, Arcangelo Corelli, dan Hohann Sebastian Bach. Mereka berhasil menciptakan musik yang berjudul Concerto Grosso, Fugue, Suite, Sonata, Partita, Canzone, Simfonia, Fantasia, Ricercar, Toccata, Prelude, Chaconne, Passacaglia, Chorale Prelude, dan Stylus Fantasticus.
4. Musik Era Klasik / Viennese (1750 - 1820 M)
Begitu banyak komposer hebat di era ini, seperti Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig van Beethoven, Luigi Boccherini, Muzio Clementi, Carl Phillipp, Emanuel Bach, Johann Ladislaus Dussek dan Cristoph Willibald Gluck.
5. Musik Era Romantik (1815 - 1910 M)
Era turut memunculkan rasa nasionalisme. Ini ditunjukkan oleh komposer asal Rusia, Bohemia, dan Norwegia yang sangat menentang dominasi Jerman.
6. Musik Era Modern / KOntemporer (1900 - 2000 M)
Era ini diawali oleh gubahan Claude Debussy yang mengusung gaya impresionis. Musik kontemporer mengagungkan kesederhanaan yang diusung oleh Wolfgang Rihm yang karya-karyanya sangat terkenal di Jerman. Hasil karya komposer-komposer pada era ini, antara lain Symphony of Sorrowful dari Gorecki, Cantus in Memoriam Benjamin Britten dari Part, The Veil of The Temple dari Tavener Songs dari Valentin Silvestrov.
B. MANFAAT MUSIK KLASIK BAGI ANAK
Musik klasik, khususnya musik karya Wolfgang Amadeus Mozart, akan sangat berpengaruh dalam membantu mencerdaskan otak anak apabila sudah diperdengarkan sejak anak masih dalam kandungan. Hal ini dikarenakan alunan musik ini lembut dan menenangkan sehingga akan memperluas area otak anak. Di samping itu, musik ini akan mengembangkan daya imajinasi anak sehingga kelak anak akan menjadi lebih kreatif. Adapaun cara memperdengarkannya adalah dengan menempelkan headset pada dinding-dinding perut yang lebih menonjol (kemungkinan kepala janin) dengan volume yang sedang dalndalam 1 hari cukup diperdengarkan selama 60 menit, akan lebih bagus jika diperdengarkan malam hari pukul 20.00-21.00 WIB saat sang ibu hendak tidur malam.
Manfaat belajar musik bagi perkembangan anak, antara lain:
1. Musik Abad Pertengahan
Yaitu dimulai sejak jatuhnya kerajaan Romawi dan berakhir sekitar tahun 1400M. Sejumlah instrumen musik khas abad ini yang masih ada hingga saat ini, antara lain seruling. Dan, manuskrip musik yang berhasil diciptakan, antara lain Codex Montpellier, Codex Bamberg, dan Gl Codex Musical de Las Huelgas. Musisi dan composer yang sangat terkenal, antara lain Leonin, Perotin, Adam de St. Victor, W. de Wycombe, dan Petrus de Cruce.
2. Musik Era Renaissance (1400 - 1600 M)
Alat musik atau instrumen yang digunakan adalah alat musik tiup, alat musik petik dan alat musik pukul. Sejumlah komposer terkenal pada era ini, antara lain Leonel Power, John Durstable, Giles Binchois dan Guillaume Dufay yang mewarnai awal era Renaissance. Pierre de :a Rue, Antonie de Fevin, Antonius Divitis, dan Cipriano de Rore muncul di masa pertengahan. Johannes de Fossa, William Byrd, Tomas Luis de Victoria, Phillipe Rogier dan Carlo Gesualdo di akhir era tersebut.
3. Musik Era Baraque (1600 - 1750 M)
Dapat dikatakan inilah puncak kejayaan musik klasik di Eropa. Sejumlah komposer yang menguatkan masa ini adalah Claudio Monteverdi, Antonio Vivaldi, George Frideric Handel, Arcangelo Corelli, dan Hohann Sebastian Bach. Mereka berhasil menciptakan musik yang berjudul Concerto Grosso, Fugue, Suite, Sonata, Partita, Canzone, Simfonia, Fantasia, Ricercar, Toccata, Prelude, Chaconne, Passacaglia, Chorale Prelude, dan Stylus Fantasticus.
4. Musik Era Klasik / Viennese (1750 - 1820 M)
Begitu banyak komposer hebat di era ini, seperti Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig van Beethoven, Luigi Boccherini, Muzio Clementi, Carl Phillipp, Emanuel Bach, Johann Ladislaus Dussek dan Cristoph Willibald Gluck.
5. Musik Era Romantik (1815 - 1910 M)
Era turut memunculkan rasa nasionalisme. Ini ditunjukkan oleh komposer asal Rusia, Bohemia, dan Norwegia yang sangat menentang dominasi Jerman.
6. Musik Era Modern / KOntemporer (1900 - 2000 M)
Era ini diawali oleh gubahan Claude Debussy yang mengusung gaya impresionis. Musik kontemporer mengagungkan kesederhanaan yang diusung oleh Wolfgang Rihm yang karya-karyanya sangat terkenal di Jerman. Hasil karya komposer-komposer pada era ini, antara lain Symphony of Sorrowful dari Gorecki, Cantus in Memoriam Benjamin Britten dari Part, The Veil of The Temple dari Tavener Songs dari Valentin Silvestrov.
B. MANFAAT MUSIK KLASIK BAGI ANAK
Musik klasik, khususnya musik karya Wolfgang Amadeus Mozart, akan sangat berpengaruh dalam membantu mencerdaskan otak anak apabila sudah diperdengarkan sejak anak masih dalam kandungan. Hal ini dikarenakan alunan musik ini lembut dan menenangkan sehingga akan memperluas area otak anak. Di samping itu, musik ini akan mengembangkan daya imajinasi anak sehingga kelak anak akan menjadi lebih kreatif. Adapaun cara memperdengarkannya adalah dengan menempelkan headset pada dinding-dinding perut yang lebih menonjol (kemungkinan kepala janin) dengan volume yang sedang dalndalam 1 hari cukup diperdengarkan selama 60 menit, akan lebih bagus jika diperdengarkan malam hari pukul 20.00-21.00 WIB saat sang ibu hendak tidur malam.
Manfaat belajar musik bagi perkembangan anak, antara lain:
- Menumbuhkan kemampuan bermusik anak. Dengan belajar secara teratur dan berkesinambungan, anak akan mampu memainkan alat-alat musik, seperti organ, gitar, dll.
- Menyeimbangkan perkembangan otak, khususnya menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan. pada sebagian besar anak dibesarkan dalam urusan hafal menghafal pelajaran dan menghitung matematika. Dalam hal ini otak kirilah yang bekerja. Sedangkan mendengarkan musik menggunaka notak kanan. So, Jika hanya menghafal dan berhitung, maka akan terjadi ketidakseimbangan antara otak kiri dan kanan. Makanya perlu mendengarkan atau belajar musik agar otak kanan pun berkembang dengan baik.
- Meningkatkan kemampuan mendengarkan. Karena, musik adalah media audio yang memang dinikmati melalui indera pendengaran (telinga).
- Meningkatkan koordinasi antara indera dan motorik. Example: dengan belajar not-not balok (mata) dan menekan tuts-tuts organ (tangan/jari) maka akan tercipta koordinasi yang baik antara indera penglihatan (mata) dan alat motorik tubuh (tangan) ini.
- Meningkatkan kemampuan berkonsentrasi. Perlu kita ketahui bahwa asejauh mana anak akan berkonsentrasi dalam belajar adalah sejauh mana keseimbangan otak kanan dan kirinya.
- Menambah wawasan / pengetahuan. yaitu melalui guru kursus alat musik, teman-teman sekursus, atau bahkan dari lirik-lirik lagu yang dipelajari, dll.
- Meningkatkan kemampuan berbahasa / berkomunikasi serta matematika. Pandai berkomunikasi karena sudah terbiasa bermain bahasa saat belajar musik/lagu dan pandai berhitung karena dalam bermusik pun memerlukan ketelitian, contohnya dalam pengaturan dan penggunaan tempo, dll.
- Mengontrol emosi dan ketenangan di hadapan orang banyak, karena bekal percaya diri yang besar. Yaiyalah PD banget karena bisa bermain musik, apalagi jika anak sampai mengikuti beberapa lomba dan menjadi juara. Fiuhhh pasti anak jadi punya bekal PD yang amat besar.
- Mengontrol manajemen waktu, rasa tanggung jawab, disiplin serta kerjasama. Anak akan dengan sendirinya terbiasa mengatur waktu kapan dia harus belajar untuk sekolah, kapan untuk belajar musik, kapan untuk bermain, dll, hal ini karena belajar musik tidaklah semudah menghitung 1+1=2. Dia pun akan belajar bertanggung jawab atas apa yang dia pelajari dan bekerja sama dengan teman-temannya supaya dapat bermusik dengan kesatuan yang indah.
- Meningkatkan kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan. Tak lain hal ini karena anak punya kepercayaan diri, wawasan yang luas dan pandai berkomunikasi.
- Melatih kepekaan / empati.
- Mencegah stress. Siapa sih yang kalo dengerin musik malah tambah stress??? tidak ada kan???!!
- Dapat menekan kenakalan anak/remaja, seperti tawuran, narkoba, seks bebas, dll. Tidak ada waktu gitu lohhh....enakan belajar musik, kalo udah kelar terus ngerjain PR, bermain-mainnya gak lama-lama.
- Bisa dijadikan bekal untuk mencari penghasilan di masa depan. Kale aja bisa jadi anak band atau penyanyi.....kan dapat Hr tuh.